Gedung Lobi Lt.1 Politeknik Negeri Lhokseumawe tik@pnl.ac.id
Follow Us

SEJARAH JURUSAN

Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) didirikan pada tahun 1985, pada awalnya bernama Politeknik Unsyiah yang merupakan bagian dari Universitas Syiah Kuala. Pada saat awal didirikan Politeknik Unsyiah, yang didanai oleh bank Dunia XIII, membuka tiga jurusan program Diploma 3 yaitu, Jurusan Teknik Sipil, Teknik Kimia, dan Jurusan Teknik Mesin. Proses penyelenggaraan pendidikan dimulai tanggal 5 oktober 1987. Politeknik Negeri Lhokseumawe disamping menyelenggarakan pendidikan Diploma 3, lama studi 3 tahun, dengan gelar akademiknya Ahli Madya (A. Md). Dalam rangka pengembangan misinya maka pada tahun 2003 yang lalu, khususnya di Jurusan Teknik Sipil telah membuka program Sarjana Sain Terapan (S1) atau Diploma 4 (D4) dengan gelar akademiknya Sarjana Sain Terapan (SST) sesuai dengan keijinan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 3025/D/T/2002 tanggal 28 Oktober 2002. Dalam merealisasikan pendidikan tinggi pada jalur profesional menghadapi perkembangan teknologi dan globalisasi, PNL dalam menyikapi kebutuhan pasar yang berorientasi pada praktek dan profesionalisme, maka pada tahun 2015 terbentuk Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) untuk program Sarjana Sain Terapan dengan dua program studi yang sebelumnya tergabung dengan Jurusan Teknik Elektro yaitu, Program Studi Teknik Informatika (PSTI), dan Program Studi Teknik Multimedia dan Jaringan (PSTMJ).
Pendirian Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer untuk mengakomodasikan kebutuhan industri dalam negeri dan masyarakat dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa, karena Industri Teknologi Informasi dan Komputer memegang peranan penting untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat indomesia. Dalam tata cara pengembangan industri Teknologi Informasi yang di release oleh BAPPENAS tahun 2004 dibutuhkan adanya pengembangan Tecnology Park di bidang Teknologi Informasi (IT) berupa kawasan yang meliputi Perguruan Tinggi dan di ikuti oleh industri, dimana industri IT mencakup bidang Multimedia, Software Development, Robotics Technology, Telecommunications Biotechnology, Manufacturing Processing Technology, Microelectrical/Electronic, dan lain-lain. “Science and Technology Parks” tidak hanya dibangun di negara-negara maju melainkan juga negara-negara berkembang. Saat ini International Association of Science Parks (IASP) beranggotakan 55 negara. Dari kaca mata teknologi yang dikembangkan secara statistik 26 persen di bidang Information and Telecommunications Technologies , 20 persen di bidang Biotechnologies, 19 persen di bidang Electronics and Computers, 9 persen di bidang Agro-food, 8 persen di bidang Environmental Technologies, 6 persen dibidang material baru, and 5 persen dibidang pharmaceuticals. Sedangkan dari sudut pandang secara statistik, 51 persen services companies, 26 persen research activities, and 18 persen industrial companies.